B I O S

Posted: 27 Juli 2011 in TKJ 2
  • B I O S

    Basic Input Output System

    Berikut ini Menu BIOS yang terdapat dalam salah satu MainBoard yaitu Asus P2BF.  Banyak BIOS yang terdapat dipasaran dan setiap mainboard yang ada menggunakan BIOS yang berbeda-beda, tetapi semua BIOS tersebut mempunyai fungsi yang sama dimana BIOS adalah Basic Input Output System yaitu Pusat pengendali Peralatan i…nput output yang akan digunakan pada sistem komputer. Yang membedakan BIOS yang ada dipasaran hanyalah bentuk dan design tampilannya menurut Produsen BIOS, tetapi komponen dasar yang membentuk BIOS tetap sama.  Hanya ada beberapa BIOS baru yang menyediakan fasiltas tambahan diantaranya pengaturan setting jumper prosesor yang dapat diatur dari BIOS.

    B I O S   Asus P2BF terdiri dari :

    Main Menu :

    1.      Save current BIOS to file

    Pilihan ini memberikan kesempatan (membolehkan anda) untuk menyimpan cadangan (copy) dari BIOS mainboard yang digunakan kedalam sebuah file, jika suatu hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan yang menyebabkan anda harus meng install ulang BIOS.

    Direkomendasikan anda menyimpan AFLASH.EXE dan file BIOS ke Floppy Disk yang dapat memboot.

    AFLASH.EXE inilah Flash Memory Writer Utility yang dapat meng Update BIOS dengan meng Upload file BIOS baru ke chip flash ROM yang diprogram pada mainboard.  Untuk mengetahui versi BIOS yang ada pada mainboard, check empat angka terakhir dari kode yang tampak pada sudut kiri atas atas layar saat bootup.

    2.       Update BIOS Including Boot Block and ESCD

    Pilihan ini akan m4ng Update boot block, baseboard BIOS dan ACPI Extended Configuration data (ESCD) parameter block dari file BIOS yang baru.

    B I O S Setup

    System BIOS mempunyai utilitas setup, ketika anda menyalakan komputer system menyediakan fasilitas untuk menjalankan program tersebut. Setup ini muncul selama POST (Power On Self Test). Dengan menekan < Delete > banyak cara untuk masuk BIOS jika menggunakan mainboard lain yaitu CTRL + ALT + ESC, CTRL + ALT + F1 F1, CTRL + ALT dan lain sebagainy. Maka anda dapat menggunakan Utilitas Setup.  Jika anda sedikit saja terlambat menekan tombol untuk masuk kedalam BIOS maka POST akan segera melanjutkan rutinnya.

    Bila anda masuk di Setup BIOS maka akan menampilkan beberapa pilihan:

    Load Default

    Pilihan Load Default akan me load (menggunakan) setting minimum untuk  penanganan trouble shooting.  Pada sisi lain Load Setup Default akan me load setting optimal untuk penggunaan reguler.

    Standart CMOS Setup

    Pilihan standard CMOS setup mengijinkan anda merekam beberapa sistem dasar dari konfigurasi hardware dan mengatur waktu sistem dan pengananan kesalahan (error).  Jika mainboard telah diinstalkan pada sistem yang sudah bekerja anda tidak perlu memilih pilihan ini.  Bagaimanapun juga konfigurasi CMOS ini tetap diperlukan jika mainboard yang anda gunakan hilang atau rusak atau jikaingin mengganti konfigurasi sistem anda, anda harus mengganti beberapa konfigurasi yang ada.  Konfigurasi biasanya hilang atau salah ketika power battery melemah (Low CMOS Battery)

    Detail standard CMOS Setup:

    Date

    digunakan untuk men set (mengatur) tanggal sistem komputer pilih Date dan tekan <<< Page Up / Page Down >>> atau <<< +/- >>> untuk melakukan perubahan Tanggal Bulan dan Tahun.

    Time

    digunakan untuk men set (mengatur) waktu sistem komputer pilih Date dan tekan <<< Page Up / Page Down >>> atau <<< +/- >>> untuk melakukan perubahan Jam Menit Detik.

    Harddisk

    Spesifikasi pada bagian ini untuk harddisk non SCSI yang terpasang pada mainboard anda.  Connector PCI IDE menyediakan Primary dan Secondary Chanel untuk menghubungkan empat IDE Harddisk atau alat l;ainnya.

    Untuk setup IDE Harddisk drive terdapat pilihan :

    Ø      AUTO  gunakan setting ini untuk mendeteksi semua IDE harddisk yang terpasang selama bootup.

    Ø      IDE HDD AUTO DETECTION gunakan setting ini untuk memasukkan secara otomatis spesifikasi HDD yang digunakan.

    Ø      USER gunakan setting ini untuk memasukkan secara manual spesifikasi HDD yang digunakan.  Ini berlaku jika HDD tidak mampu lagi dideteksi pada IDE Auto Detection.

    Spesifikasi Tipe hard disk meliputi:

    ü      CYLS keterangan banyak silinder

    ü      HEAD keterangan banyaknya head Read Write

    ü      PRECOMP keterangan Write Precompensation

    ü      LANDZ keterangan Landing Zone

    ü      SECTOR keterangan Banyaknya sektor

    ü      MODE pembacaan HDD terdiri dari NORMAL digunakan untuk harddisk yang lebih kecil dari 528 MB; untuk hdd yang lebih besar dari 528 MB yang juga mengandung Logical Block Addressing  LBALARGE untuk drive yang lebih besar dari 528 MB yang tidak mendukung LBA.

    Auto Deteksi Hard Disk on BootUp

    Pada Primary Master, Primary Slave, Secondary Master, Secondary Slave anda dapat memilih Auto pada bagian Type dan MODE yang berguna untuk mendeteksi harddisk anda secara otomatis pada saat bootup.

    Drive A/ Drive B

    Bagian ini digunakan untuk merekam tipe Floppy  Drive yang terpasang pada sistem anda.

     

    Floppy 3 Mode Support

    Pilihan ini merupakan Floppy drive standar yang ada di Jepang.

     

    Video (EGA/VGA)

    Set bagian ini untuk menentukan tipe video display yang terpasang pada sistem anda Pilihannya AGA / VGA CGA 80, CGA 40 dan MONO (untuk Hercules atau MDA) jika anda menggunakan VGA atau resolusi yang lebih tinggi pilih EGA/VGA

    HALT ON (All Errors)

    Bagian ini akan menentukan tipe kerusakan (error) yang akan menyebabkan sistem Halt.

    BIOS Feature Setup

    Pilihan BIOS Feature Setup dapat memperbaiki performance sistem anda, atau anda dapat men setup sistem anda menurut referensi anda.  Beberapa bagian yang dibutuhkan oleh desain mainboard harus dibiarkan dalam keadaan default.

    CPU Internal Core Speed

    Fungsi ini disiapkan untuk penggunaan yang akan datang. Pilihan saat ini disable (default).

    Boot Virus Detection

    Pada bagian ini mengijinkan anda untuk mengatur pendeteksian virus boot, memastikan boot sektor yang bebas virus.  Dengan solusi baru ini, maka komputer anda akan terlindung dari virus boot yang mengancam boot cycle, hal ini sebelum virus tersebut mempunyai kesempatan untuk masuk kedalam sistem anda. Sistem akan halt dan menampilkan pesan peringatan ketika virus terdeteksi. Pilihan defaultnya Enable.

    CPU Level 1 Cache/ CPU Level 2 Cache

    Bagian ini membuat CPU cache CPU Level 1 dan Level 2 diaktifkan atau tidak, pilihan defaultnya Enable.

    CPU Level 2 Cache ECC Check

    Bagian ini mengontrol kapabilitas ECC check pada cache CPU level 2

    BIOS Update

    Fungsinya sebagai sebuah update loader yang terintegrasi pada BIOS untuk menyuplai prosesor dengan data yang dibutuhkan.  BIOS akan me Load update pada prosesor saat booting.

    Turbo Mode

    Setting default (disable) untuk performance yang terbaik.

    Quick Power On Self Test

    Bagian ini meningkatkan kecepatan rutin POST dengan melewati testing ulang pengulangan kedua, ketiga dan keempat.  Setting defaultnya Enable.

    HDD Sequence SCSI/IDE First

    Feature ini ketika anda menggunakan harddisk SCSI dan IDE secara bersamaan, akan memilih drive mana yang akan dipakai untuk booting.

    Boot Sequence

    Bagian ini menentukan sistem mana yang akan digunakan pertama kali untuk melakukan booting sebagai operating system.  Defaultnya (A-C).

    Floppy Disk Access Control

    Pada setting ini memberikan kesempatan kepada anda untuk menentukan jenis akses kepada drive yang akan digunakan ada dua setting yang disediakan yaitu Read Only artinya anda hanya ingin menggunakan drive sebagai drive yang hanya mampu membaca floppy yang ada, floppy tidak digunakan untuk media penyimpanan.  Sedangkan setting R/W artinya anda ingin menggunakan fungsi floppy drive secara keseluruhan dimana floppy dapat membaca dan juga dapat dijadikan media penyimpanan.

    IDE HDD Block Mode Sector

    Bagian ini meningkatkan performance harddisk dengan membuat transfer multi sector daripada satu sektor tiap transfer.  Kebanyakan IDE drive kecuali versi yang tua dapat menangani utilitas ini.  Defaultnya (HDD MAX)

    HDD S.M.A.R.T Capability

    SMART adalah Self Monitoring Analysis Report Technologi yaitu fasilitas yang dimiliki harddisk baru untuk mendeteksi kesalahan  yang terjadi pada hdd itu sendiri dengan menampilkan pesan apabila akan mengalami kerusakan/kesalahan. SMART sistem merupakan utiliti internal teknologi monitoring harddisk, yang akan mendeteksi jika kerusakan terjadi pada harddisk. Defaultnya (Disable)

    PS/2 Mouse Function Control

    Jika mouse PS/2 terdeteksi maka IRQ 12 akan digunakan oleh mouse tersebut, IRQ 12 akan digunakan oleh card ekspansi jika mouse PS/2 tidak terdeteksi.  Pilihan defaultnya Auto.

    OS/2 OnBoard Memory

    Anda harus mengatur Enable jika anda menggunakan OS/2 operating sistem dengan memasang DRAM lebih besar dari 64 MB.

    PCI/VGA Palette Snoop

    Beberapa display card yang tidak standar VGA seperti graphic accelerator atau MPEG card mungkin tidak menampilkan warna sebagaimana mestinya.  Setting Enable akan mebetulkan masalah ini. Defaultnya Disable.

    Video ROM BIOS Shadow

    Bagian ini mengijinkan anda untuk mengganti lokasi BIOS anda dari ROM ke RAM. Dedaultnya Enable.

    C8000-CBFFF to DC000-DFFFF

    Jika anda menginstall ekspansi card yang mempunyai ROM, anda harus mengetahui alamat memori ROMnya secara spesifik.  Defaultnya Disable.

     

    Boot Up Num Lock Status

    Jika anda memilih ON maka fungsi Number Lock yang pada keyboard sebelah kanan akan berfungsi pada saat komputer booting.  Defaultnya ON.

    Typematic Rate Setting

    Pada setting Enable, anda dapat  mengatur typematic yag ada dibawahnya.

    Typematic Rate

    Mengontrol kecepatan register dalam mengulangi penekanan tombol.

    Typematic Delay

    Mengatur interval antara karakter pertama dengan karakter selanjutnya dalam satuan ms.

    Security Option

    Jika anda menginginkan atau mencantumkan password maka bagian inilah tempatnya pada supervisor password dan atau user password.  Bagian security option akan menanyakan passwordnya. Setting defaultnya adalah system artinya sistem akan meminta user password tiap kali anda memulai sistem.  Pilihan lainnya setup ketika setup utiliti dipanggil akan meminta supervisor password.

    MEMORI

    CPU hanya dapat menyimpan data dan instruksi di register yang berukuran kecil sehingga tidak dapat menyimpan semua informasi yang dibutuhkan untuk keseluruhan proses program. Untuk mengatasi hal ini, maka CPU harus dilengkapi dengan alat penyimpan yang berkapasitas lebih besar yaitu memori utama. Unit ini dapat dibayangkan sebagai sekumpulan kotak-kotak yang masing-masing dapat menyimpan

    sepenggal informasi baik berupa data maupun instruksi. Tiap-tiap lokasi dari kotak ditunjukkan oleh suatu alamat (address), yaitu berupa nomor yang menunjukkan lokasi tertentu dari kotak memori. Ukuran memori ditunjukkan oleh satuan byte, misalnya 1 Mb, 4 Mb, 8 Mb, atau bahkan adayang sampai 256 Mb. Pada umumnya 1 byte memori terdiri dari 8 – 32 bit (binary digit), yaitu banyaknya digit biner (0 atau 1) yang mampu disimpan dalam satu kotak memori

    Random Access Memory (RAM)

    Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan disimpan terlebih dahulu di memori utama, khususnya RAM, yang dapat diakses secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus isinya) oleh pemrogram. Struktur RAM terbagi menjadi empat bagian utama, yaitu:

    1. Input storage, digunakan untuk menampung input yang dimasukkan melalui alat input.

    2. Program storage, digunakan untuk menyimpan semua instruksi-instruksi program yang

    akan diakses.

    3. Working storage, digunakan untuk menyimpan data yang akan diolah dan hasil

    pengolahan.

    4. Output storage, digunakan untuk menampung hasil akhir dari pengolahan data yang akan ditampilkan ke alat output.

    Input yang dimasukkan melalui alat input akan ditampung terlebih dahulu di input storage. Bila input tersebut berupa program maka akan dipindahkan ke program storage, dan bila berbentuk data 10. maka akan dipindahkan ke working storage. Hasil dari pengolahan juga ditampung terlebih dahulu di working storage dan bila akan ditampilkan ke alat output maka hasil tersebut dipindahkan ke output storage.

    Read Only Memory (ROM)

    Dari namanya, ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari programprogram pokok yang diperlukan oleh sistem komputer, seperti misalnya program untuk mengatur penampilan karakter di layar, pengisian tombol kunci papan ketik untuk keperluan kontrol tertentu, dan bootstrap program. Program bootstrap diperlukan pada saat pertama kali sistem computer diaktifkan. Proses mengaktifkan komputer pertama kali ini disebut dengan booting, yang dapat berupa cold booting atau warm booting. Cold booting merupakan proses mengaktifkan sistem komputer pertama kali untuk mengambil program bootstrap dari keadaan listrik komputer mati (off) menjadi hidup (on). Sedangkan warm booting merupakan proses pengulangan pengambilan program bootstrap pada saat komputer masih hidup dengan cara menekan tiga tombol tombol pada papan ketik sekaligus, yaitu Ctrl, Alt, dan Del. Proses ini biasanya dilakukan bila sistem komputer macet, daripada harus mematikan aliran listrik komputer dan menghidupkannya kembali. Instruksi-instruksi yang tersimpan di ROM disebut dengan microinstruction atau firmware karena hardware dan software dijadikan satu oleh pabrik pembuatnya. Isi dari ROM ini tidak boleh hilang atau rusak karena bila terjadi demikian, maka sistem komputer tidak akan bisa berfungsi. Oleh karena itu, untuk mencegahnya maka pabrik pembuatnya merancang ROM sedemikian rupa sehingga hanya bisa dibaca, tidak dapat diubah-ubah isinya oleh orang lain. Selain itu, ROM bersifat non volatile supaya isinya tidak hilang bila listrik komputer dimatikan. Pada kasus yang lain memungkinkan untuk merubah isi ROM, yaitu dengan cara memprogram

    kembali instruksi-instruksi yang ada di dalamnya. ROM jenis ini berbentuk chip yang ditempatkan pada rumahnya yang mempunyai jendela di atasnya. ROM yang dapat diprogram kembali adalah PROM (Programmable Read Only Memory), yang hanya dapat diprogram satu kali dan selanjutnya tidak dapat diubah kembali. Jenis lain adalah EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang dapat dihapus dengan sinar ultraviolet serta dapat diprogram kembali berulang-ulang. Disamping itu, ada juga EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) yang dapat dihapus secara elektronik dan dapat diprogram kembali.

     

Komentar
  1. apiantoagung mengatakan:

    Maaf Low infonya msih CopaS, , ,hehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s